Terkadang hidup menuntutmu bekerja sebelum sempat berpikir. Kalimat itu bukan keluhan individu, melainkan potret sebuah zaman. Suatu kondisi ketika keberadaan yang diukur terutama dari kegunaannya, dan kehidupan yang diukur dari seberapa lancar roda sosial dapat terus berputar. Dalam tatanan seperti ini, berhenti berpikir tidak dianggap perlu, melainkan mengganggu.
Dalam situasi itu, manusia belajar hidup secara fungsional. Bangun tepat waktu, menjalankan tugas, memenuhi kewajiban, lalu mengulanginya keesokan harinya. Kehidupan berjalan sebagai rangkaian prosedur yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan. Namun dibalik keteraturan tersebut, kesadaran perlahan dipinggirkan. Bukan karena dilarang, melainkan karena tidak dibutuhkan.
Kamalangan muncul bukan ketika sistem gagal, tetapi justru ketika sistem bekerja dengan terlalu baik. Rutinitas yang stabil menciptakan ilusi kewajaran, sementara pertanyaan-pertanyaan mendasar kehilangan tempatnya. Merenung tidak lagi hadir sebagai kebutuhan eksistensial, melainkan sebagai gangguan ritme. Dunia tidak runtuh karena ketiadaan makna; dunia tetap berjalan tanpanya.
Di dalamnya absurditas menemukan bentuk yang paling tenang. Hasrat manusia untuk memahami dihadapkan dengan struktur kehidupan yang hanya meminta kelancaran. Keheningan digantikan oleh kesibukan, jeda oleh target, dan kesadaran oleh kebiasaan. Hidup terus berlangsung, tetapi tanpa jeda untuk benar-benar disadari.
Namun ketegangan ini tidak selalu meledak. Dalam sebagian besar waktu, ketegangan tersebut hanya mereda. Ia muncul sebagai kelelahan yang sulit dijelaskan, sebagai kejenuhan tanpa sebab yang jelas, atau sebagai perasaan asing terhadap kehidupan yang dijalani sendiri. Semua tetap berjalan sebagaimana mestinya, tetapi ada sesuatu yang tertinggal.
Maka ketika hidup menuntut fungsi sebelum perenungan, yang tampak bukan tragedi besar, melainkan kehilangan yang nyaris tak terlihat. Bukan kehancuran, melainkan pengikisan perlahan terhadap kesadaran. Dan justru karena berlangsung diam-diam, kamalangan itu jarang disadari sebagai masalah.

Comments
Post a Comment