Skip to main content

tribute

Kesediaan untuk membuka lembaran baru dalam hidup, (hampir) selalu harus melewati kegelisahan yang memuncak. Gelisah pasti dilekati oleh kesedihan, sampai dengan krisis multidimensional. Dari yang (mungkin) sederhana, sampai yang kompleks. Kegelisahan semacam pecut hukuman, yang hadirnya lebih ke hal-hal yang tidak terpredikai sebelumnya.


Ketika manusia gelisah, secara otomatis ia akan melakukan respon penolakan pada awalnya. Jika kemudian respon penolakannya tidak menuai hasil yang dikehendaki, maka manusia dengan (terpaksa) menerimanya, sebagai (mungkin) hikmah.


Banyak sekali dan hampir setiap waktu, manusia berjalan dari gelisah menuju tenang, yang kemudian berulang menemui gelisah baru, sampai menuai tenang yang baru. Semacam kubangan alam, yang bernilai abadi.


Membuka ruang baru sebagai titik tolak perjuangan, bukanlah perkara yang mudah dilakukan. Terlebih, sikap dasar manusia yang amat benci terhadap perubahan. Padahal, kepastian dihadapan, memang hanyalah perubahan. Tetapi, sekalipun semua manusia mengerti soal itu, tidak kemudian ia dengan mudah menerimanya, sebagai hal yang sewajarnya.


Syahdan, kendati gelisah merupakan pintu gerbang menuju tenang, agaknya masih saja manusia kerap melupakan sesamanya. Misalnya, soal-soal terkait kesepiannya, ketakutannya, kesenangannya, etc., yang senantiasa menghujam dalam tiap periode, bahkan detiknya, memerlukan wadah untuk membaginya.


Namun sayangnya, apresiasi atas pembukaan wadah berbagi, (terkadang) masih sekadar di respon dengan ucapan bibir "terimakasih", tanpa adanya pengikat jangka panjang, untuk kemudian digunakan demi tumbuh dan berkembang sama-sama.


Pandemic memaksa semuanya, membeku tanpa pernah terduga. Sampai pada akhirnya, masing-masing mencari celah bahagia, ditengah derita yang paling nyata. 


***Banyumas, 9 November 2020.

Comments

Popular posts from this blog

Aku tak pernah benar-benar memilih

Aku tak pernah benar-benar memilih, Aku hanya mendengar panggilan itu, Dari jauh, dari waktu yang tak kukenal, Suara yang berbisik di antara sorak dan nyanyian. Merah menyala, seperti jantungku berdegup, Putih sebersih harapan yang tak pernah padam, Di bawah langit Indonesja, aku berdiri, Bukan sebagai penonton, tapi sebagai bagian. Aku terkadang bertanya mengapa, Mengapa tiap denting waktu, Selalu ada namamu di dalamnya, Selalu ada warnamu di setiap cerita. Arsenal, Bukan aku yang memilihmu, Kamulah yang memanggilku, Ke rumah yang tak pernah sepi, Ke cinta yang tak pernah mati. Aku tahu, dalam setiap jatuh dan luka, Ada alasan untuk tetap percaya, Karena bukan hasil yang membuatku tinggal, Tapi karena aku telah dipilih, Oleh meriam yang abadi.

Oase Utopia (2)

  Oase masih tersembunyi, Dalam tiap bait ini. Dunia berubah warna, menghamparkan keindahan yang terusir jauh.   Ada di mana ia, dalam waktu yang bagaimana. Apakah rasanya, kapan terjadinya. Sejumput utopia, kehilangan dirinya. Memangku prasangka, dipendam di sana. Keresahan tetap memadat, Membawa ragu tersusun rapi. Hati siapa direla, Sekadar menemani ditepi bunga. -Purwokerto, 14 Juli 2023-

Terkadang hidup menuntutmu bekerja sebelum sempat berpikir

Terkadang hidup menuntutmu bekerja sebelum sempat berpikir.  Kalimat itu bukan keluhan individu, melainkan potret sebuah zaman. Suatu kondisi ketika keberadaan yang diukur terutama dari kegunaannya, dan kehidupan yang diukur dari seberapa lancar roda sosial dapat terus berputar. Dalam tatanan seperti ini, berhenti berpikir tidak dianggap perlu, melainkan mengganggu. Masyarakat modern bergerak dengan efisiensi logika. Setiap orang Ditempatkan dalam peran, setiap peran menuntut kinerja, dan setiap kinerja harus terlihat. Pertanyaan tentang makna tidak masuk dalam laporan, tidak tercatat dalam grafik, dan tidak memberi kontribusi langsung pada hasil. Maka berpikir menjadi aktivitas yang tak produktif—sesuatu yang dapat ditunda tanpa konsekuensi yang tampak. Dalam situasi itu, manusia belajar hidup secara fungsional. Bangun tepat waktu, menjalankan tugas, memenuhi kewajiban, lalu mengulanginya keesokan harinya. Kehidupan berjalan sebagai rangkaian prosedur yang sah dan dapat dipertan...