Skip to main content

Perempuan Cisadane (1)

Ada kejenuhan yang begitu pelik, 
saat aku yang harus mengalami
Gundah, kerap membius hati yang bernasib sepi

Pada waktu malam menjelang pagi,
sapamu menggeliat nurani
Berbisik tentang aku,
dalam tatapan engkau

Hal-hal remeh menjadi pusaka,
untuk lubang bernama jiwa 

Engkau,
menepikan pelukan gelap
Engkau,
menabur benih sukma
Dan hanya engkau,
memerantarai pagi, atas nama hati

***Purwokerto, 16 Juni 2020.

Comments