Skip to main content

Sambutan Musycab XX IMM Banyumas


Sambutan Ketua Umum
Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Banynuas
2017/2018
Bismillahrahmanirahim
Assalamu’alaikum wr. wb.

Alhamdulillah, segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, Dzat yang maha dari segala maha, raja dari segala raja dan sumber dari segala sumber, yang memberikan kekuatan kepada jiwa dan raga seluruh hamba-Nya, untuk senantiasa menebar manfaat dan menggoreskan tinta sejarah mulia di muka bumi.

Teriakan romantis shalawat, semoga senantiasa menggema dalam jiwa, kepada sang pemimpin revolusioner peradaban, baginda Rasulullah Muhammad SAW, yang mampu mengubah tatanan socialyang biadab menjadi beradab dan berkemajuan. Sebagai ummatnya semoga kita selalu dapat menjadikannya spirit dalam setiap nafas gerakan di setiap jengkal kehidupan.

Musycab adalah forum keputusan tertinggi dan kedudukannya paling sahih sebagai rujukan untuk memahami arah dan orientasi gerakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di level cabang. Oleh karena itu menjadi kewajiban organisatoris bagi seluruh jajaran pimpinan di setiap level dan segenap anggota IMM, khususnya dilingkungan PC IMM Banyumas untuk mengadakan Musyawarah Cabang (MUSYCAB), sebagai forum untuk regenerasi kepemimpinan serta dapat menjadi spirit kita dalam mengkonsolidasikan kekuatan untuk menyongsong masa depan yang cemerlang.

Akhirnya, ucapan terimakasih yang tak terhingga kami sampaikan kepada seluruh kader IMM Banyumas, FOKAL IMM Banyumas dan segenap keluarga besar Muhammadiyah Banyumas, yang akan saling bahu-membahu “mensinergikan gerakan, mencerahkan umat, menuju IMM Banyumas berkemajuan”.

“Cilik ora kurangen bahan, gedhe ora kelewien bahan, nyong-rika kabeh seduluran”.

Billahi fii sabilil haq, fastabiqul khoirot.
Wassalamu’alaikum wr. wb.

Purwokerto, 4 Juli 2018.

Dimas Rahman Rizqian.
(Ketua Umum PC IMM Banyumas)

Comments

Popular posts from this blog

Aku tak pernah benar-benar memilih

Aku tak pernah benar-benar memilih, Aku hanya mendengar panggilan itu, Dari jauh, dari waktu yang tak kukenal, Suara yang berbisik di antara sorak dan nyanyian. Merah menyala, seperti jantungku berdegup, Putih sebersih harapan yang tak pernah padam, Di bawah langit Indonesja, aku berdiri, Bukan sebagai penonton, tapi sebagai bagian. Aku terkadang bertanya mengapa, Mengapa tiap denting waktu, Selalu ada namamu di dalamnya, Selalu ada warnamu di setiap cerita. Arsenal, Bukan aku yang memilihmu, Kamulah yang memanggilku, Ke rumah yang tak pernah sepi, Ke cinta yang tak pernah mati. Aku tahu, dalam setiap jatuh dan luka, Ada alasan untuk tetap percaya, Karena bukan hasil yang membuatku tinggal, Tapi karena aku telah dipilih, Oleh meriam yang abadi.

Oase Utopia (2)

  Oase masih tersembunyi, Dalam tiap bait ini. Dunia berubah warna, menghamparkan keindahan yang terusir jauh.   Ada di mana ia, dalam waktu yang bagaimana. Apakah rasanya, kapan terjadinya. Sejumput utopia, kehilangan dirinya. Memangku prasangka, dipendam di sana. Keresahan tetap memadat, Membawa ragu tersusun rapi. Hati siapa direla, Sekadar menemani ditepi bunga. -Purwokerto, 14 Juli 2023-

Menari Bersama Sigmund Freud

  Puji syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Esa, dengan rahmat dan karunia-Nya buku Menari Bersama Sigmund Freud, dapat penulis susun dan sajikan ke hadapan pembaca sekalian. Shalawat dan salam semoga senantiasa terus terpanjat kepada Rasulullah Muhammad SAW, mudah-mudahan kita semua dapat konsisten belajar dan meneladaninya. Selamat datang dalam perjalanan sastra psikologi yang unik dan mendalam, yang dituangkan dalam buku berjudul "Menari Bersama Sigmund Freud". Dalam karya ini,  Rendi Brutu bersama sejumlah penulis hebat mengajak pembaca meresapi ke dalam labirin kompleks jiwa manusia, mengeksplorasi alam bawah sadar, dan mengurai konflik psikologis yang menyertainya. Buku ini menjadi wadah bagi ekspresi batin para penulis, masing-masing menggali tema yang mendalam dan memaparkan keping-keping kehidupan psikologis. Kita akan disuguhkan oleh kumpulan puisi yang memukau, setiap baitnya seperti jendela yang membuka pandangan pada dunia tak terlihat di dalam diri kita. Berangkat ...