Skip to main content

Jejak Yogya (8)

Selebihnya, biarlah semesta yang bekerja. Walaupun terlihat jelas, bahwa semuanya bertaruh diatas meja tanda tanya. 

Bunga pucuk merah disisi kananku ini, diam-diam memperhatikan, perihal gundah jiwa yang terkelupas dikeningku. Katanya, tak usah lah kau resahkan semuanya. 

Sesekali, cangkir-cangkir kopi didepanku, menyapa mesra. Mereka mungkin melihat, makna dibalik sorot mata yang kelelahan. Oleh karena kenang, yang menyesak linang.

Wallohu a'lam.
Yogyakarta, 27 Januari 2020.

Comments